Mega proyek 35.000 Mega Watt (MW) disesuaikan kebutuhan masyarakat dan dunia usaha

Mega proyek 35.000 Mega Watt (MW) disesuaikan kebutuhan masyarakat dan dunia usaha

Diambil dari berbagai sumber   |   dari berbagai sumber   |   Kamis, 1 Agustus 2019

Komitmen Pemerintah dalam menjalankan mega proyek 35.000 Mega Watt (MW) akan terus digeber tegas Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan. namun harus didasari dari kebutuhan daripada masyarakat dan dunia usaha. "Yang penting itu masyarakat bisa mendapat layanan listrik dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas ke Pulau Rote," menurut Ignasius Jonan di sela-sela kunjungan kerja ke PLTU Grati Pasuruan, Jumat (27/7).

Ini menjadi Fokus utama Pemerintah setelah melihat tujuan program yang dicanangkan pertama kali pada Mei 2015 yaitu untuk memperluas akses listrik kepada masyarakat. Terhitung Juni 2019 program tersebut baru terealisasi sebesar 10 persen 3.617 MW atau 10 persen dari total program 35.000 MW yang mencapai tahap commercial operation date. Pemerintah mempertimbangkan perkembangan program tersebut disesuaikan kebutuhan masyarakat dan dunia usaha.

"Yang penting pembangkitnya apa jumlah masyarakat yang mendapatkan listrik? Jika jumlah masyarakat dulu rasionya elektrifikasi saat ini saja mungkin sudah 98,9 persen. Mudah-mudahan sampai akhir tahun sudah 99,3%," tegas Jonan.

Program yang menjadi Fokus pemerintah ini terdiri dari 25.000 MW milik Independent Power Producer (IPP) dan 10.000 MW yang dibangun PLN. 5000 MW milik PLN sudah masuk rinci Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama PLN Djoko Abumanan pada kesempatan yang sama

Rata-Rata pakai Ultra Supra Critical dengan kapasitas 1.000 MW untuk di Jawa seperti PLTU Jawa 8 Cilacap dan Jawa 7 Bojonegoro pembangkit milik IPP dengan skala besar mulai masuk pada September mendatang lanjutnya lagi

“Sampai akhir tahun bisa tambah 2,2 GW yang datang dari enam proyek, lima di antaranya IPP,” ujar Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Rida Mulyana di Jakarta awal juli kemarin

Program pembangkit listrik 35.000 Megawatt baru bisa rampung mungkin pada 2026. Namun baru perkiraan saja dari Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan sebelumnya. Sebab, ini tergantung dari proyeksi pertumbuhan ekonomi

aditama aditama camera